Hilirisasi Jahe Dorong Ekonomi dan Kesehatan Anak di Desa Lumbung, KWT Arum Sari Jadi Motor Penggerak

By Wendi Arifiana · Published on Kamis, 31 Juli 2025 01:11:51 WIB


Desa Lumbung, 29 Juli 2025 – Inovasi berbasis potensi lokal kembali digalakkan di Desa Lumbung, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis. Program Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) dari STIKes Muhammadiyah Ciamis hadir dengan gebrakan baru: mengangkat jahe sebagai komoditas unggulan melalui hilirisasi produk bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Arum Sari.

Dipimpin oleh Henri Setiawan, Ph.D., Ketua LPPM STIKes Muhammadiyah Ciamis, program ini tak hanya menyasar peningkatan ekonomi lokal, tetapi juga memberi perhatian khusus pada isu kesehatan anak, terutama dalam pencegahan stunting. “Pengolahan jahe menjadi produk bernilai ekonomis seperti permen, serbuk, dan biskuit jahe adalah langkah strategis. Selain menambah penghasilan warga, juga mendukung gizi anak-anak di desa,” ujar Henri.

Didampingi Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Lumbung, kegiatan ini membekali anggota KWT Arum Sari dengan keterampilan pengolahan jahe berbasis teknologi tepat guna. Produk-produk hasil olahan diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas, sekaligus menjadi solusi kesehatan alami.

Ketua KWT Arum Sari, Ade Maya Kurmayasari, menyatakan optimismenya. “Kami sangat terbantu dengan pendampingan ini. Harapannya, produk kami bisa memiliki legalitas seperti PIRT dan sertifikat halal, sehingga usaha kami semakin berkelanjutan,” ungkapnya.

Menariknya, program ini juga menggandeng Bidan Desa dan Kader Posyandu, menunjukkan sinergi nyata antara aspek ekonomi dan kesehatan masyarakat. Studi yang dilakukan tim peneliti STIKes menemukan bahwa konsumsi jahe berpengaruh terhadap peningkatan metabolisme dan penyerapan gizi, terutama pada anak-anak yang mengalami stunting.

Apresiasi juga datang dari Penyuluh Pertanian Kecamatan Lumbung, Sinta, yang menyoroti besarnya potensi kelompok wanita tani di wilayah tersebut. “Kami memiliki lebih dari 100 KWT aktif dengan berbagai inovasi produk olahan pertanian. Dukungan dari akademisi seperti ini sangat membantu memperkuat kapasitas mereka,” ujarnya.

Kepala Desa Lumbung, Endang Saripudin, turut mendukung penuh inisiatif ini. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi lintas sektor yang membawa dampak langsung pada kehidupan masyarakat. “Inilah yang kami butuhkan, program yang menyentuh ekonomi rakyat sekaligus memperhatikan kesehatan mereka,” tegasnya.

 

Tak hanya fokus pada pelatihan produksi, program Abdimas ini juga mencakup pendampingan aspek legalitas, strategi branding, hingga pemasaran digital. Kegiatan ini menjadi contoh nyata pengabdian masyarakat yang berdampak, berkelanjutan, dan berakar pada kebutuhan lokal. (An&)

Author
Wendi Arifiana


Comments (0)